Langsung ke konten utama

CAT CALLING (Based on my team campaign)

Main Topic/ Issue


Perempuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki derajat lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Karena dari seorang perempuan lah seseorang itu dilahirkan baik itu laki-laki ataupun perempuan. Seiring perkembangan jaman perempuan tidak hanya melakukan tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga seperti memasak, mengurus rumah, mengurus anak, dll. Tetapi mereka juga bekerja untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Tidak jarang seorang perempuan harus rela pulang malam karena setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor. Hal paling aman bagi perempuan ketika harus pulang malam adalah dijemput oleh anggota keluarga atau suaminya, tetapi bagaimana jika mereka harus pulang menggunakan transportasi umum? Bisa dibayangkan ketika mereka pulang malam dengan trasnportasi umum KRL misalnya, sebelum sampai distasiun ada beberapa perempuan yang memilih berjalan kaki untuk sampai ke stasiun karena alasan dekat dari kantor ataupun kampus. Pada saat berjalan kaki ini lah perempuan sering mendapatkan pelecehan-pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka lewati seperti dipanggil secara tiba-tiba, diminta tersenyum untuk mereka dan lain-lain, hal ini lah yang biasa disebut Catcalling atau Street Harassament.
Oxford Dictionary mendefinisikan catcalling sebagai siulan, panggilan, dan komentar yang bersifat seksual dan/atau tidak diinginkan oleh pria terhadap wanita yang lewat. Sedangkan secara lebih luas, street harassment adalah bentuk pelecehan seksual yang dilakukan di tempat publik. Menurut riset dari Hollaback di 42 kota di seluruh dunia, 71% perempuan pernah mengalami street harassment sejak usia puber (11-17 tahun), dan lebih dari 50% di antaranya termasuk pelecehan fisik. Namun catcalling dan street harassment sendiri adalah fenomena yang masih jarang diteliti lebih lanjut atau dianalisis secara mendalam. Oleh karena itu, isu ini seringkali masih dianggap remeh, dianggap sebagai sesuatu yang harus dimaklumi, bahkan dinormalisasi. Seolah hal ini dianggap wajar sehingga perempuan harus memaklumi perlakuan tersebut, perempuan diharap hanya mengabaikan, tetap berjalan, dan melupakannya begitu saja.
Menutup mata terhadap hal ini seolah mengatakan bahwa normal bagi perempuan untuk menjadi target berjalan pelecehan diruang publik. Padahal efeknya bisa bermacam-macam, antara lain menimbulkan rasa panik, cemas, was-was, tidak aman, tidak nyaman, dan ketakutan. Miris mendengar bagaimana perempuan perlu menempuh berbagai halangan dan melakukan berbagai cara hanya untuk tetap merasa aman. Belum lagi membayangkan bagaimana hal tersebut kemudian bisa memicu kejahatan yang lebih besar. Beberapa orang juga menganggap sepele hal ini sepele dengan beralasan bahwa panggilan tersebut tak lebih dari sebuah pujian atau tanda bahwa Anda “menarik” sehingga mendapat perhatian. Perlu ditekankan bahwa komentar yang bernada seksual bukanlah pujian. Hal ini berkaitan erat dengan objectification atau situasi dimana perempuan hanya dianggap sebagai  objek pemuas. Padahal semua orang memiliki hak atas tubuhnya sendiri yang berarti tak sembarangan orang berhak mengomentari tubuh dan penampilan perempuan dan memiliki “power” atasnya. Seolah tubuh perempuan yang ada di ruang publik adalah sesuatu untuk dinikmati saja, menjadi milik publik dan bukan milik dirinya sendiri.
Kalau sudah begitu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Secara tidak langsung, bisa dengan meningkatkan awareness terhadap hal ini. Bisa juga dengan menyampaikan pada kaum pria di sekitar betapa perilaku semacam itu tidak pantas dan tidak menghormati perempuan. Selain itu Street harassment adalah perilaku yang bertentangan dan melanggar hukum. Seorang okum Street Harassment bisa dikenai sanksi jika korban membawa kasus ini keranah hukum atas dasar perlakuan tidak menyenangkan dan pelecehan.

Jika situasi ini terjadi pada Anda ataupun orang di sekitar Anda , sah-sah saja, untuk memberikan tatapan sesinis mungkin, menatap mereka sampai mereka tidak nyaman sendiri, memberikan gesture bahwa Anda tidak suka diperlakukan seperti itu, atau bahkan menghardik kepada mereka. Di sisi lain, Anda juga harus tetap memerhatikan keamanan diri sendiri karena beberapa hal hanya bisa dilakukan di tempat yang ramai.

Sources: GOOGLE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Marigold dijamin tidak akan menyesal

Liburan semester lalu which is itu bulan februari akhir menuju maret, aku melakukan travel fun ke Bali, Bali memang bukan kali pertama aku kunjungi, entah kenapaaaaaaaaa aku selalu jatuh cinta lagi dan lagi ke Bali. saya berkunjung ke tempat yang superrrrrrr cantik nan indah!!! Marigold bali salah satunya https://www.instagram.com/p/BfuyQeSBv371SeOw_RD7IA6wvNoBdJnFpGmxSw0/?taken-by=lindyaa_      (instagram ku) berawal dari sedikit bosan sih karena dikit-dikit pantai dikit dikit pantai, lalu aku browsing anddd i got it!!  awalnya ragu untuk kesana karena sekitar 2 jam perjalanan gitu kearah ubud, l adang Marigold ini sendiri letaknya berada di Desa Belok, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali Indonesia. asli sih sampai sana kebayar sudah rasa kantuk karena lelah nyetir, sepanjang perjalanan kita disuguhkan dengan pemandangan atas segala keindahan alam ciptaan Tuhan, melihat masyarakat  desa yang penuh dengan kearifan lokal bersa...